Yesus Adalah Imam Besar Agung

Salam kasih dan damai sejahtera di dalam Tuhan Yesus Kristus,

Bacaan Firman Tuhan : Ibrani 9 : 11 – 15

Renungan oleh Pdt. Ponis Bukit, M.Th

A. Siapakah Imam Besar

Imam besar adalah jurubicara umat Israel kepada Allah, dan juru bicara Allah kepada umat-Nya. Harun dan Eleazar, penggantinya, adalah perintis lembaga ini (Bilangan 27:21). Khusus dipanggil oleh Allah (Keluaran 28:1), dikuduskan untuk jabatannya (Keluaran 40:13). Jabatan Imam tidak bisa menghapus dosa (Ibrani 10:11). Jabatan bergiliran menurut undian (Lukas 1:9). Ia mengetuai mahkamah agama untuk masa jabatan satu tahun. Sekali setahun ia memasuki tempat maha kudus untuk mempersembahkan korban pendamaian untuk dosa seluruh umat Tuhan.

B. Yesus Kristus Adalah Imam Besar Agung

  1. Dipanggil oleh Allah (Ibrani 5:4)
  2. Menurut peraturan Melkisedek (Ibrani 5: 6, 10)
  3. Imamat-Nya tetap selama-lamanya (Ibrani 7:24)
  4. Tanpa noda (Ibrani 7:26), Dia tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat Sorga. Dia tidak perlu mempersembahkan kurban untuk diri-Nya (Ibrani 7:27)
  5. Setia (Ibrani 3:2; 5:8)
  6. Telah mempersembahkan diri-Nya (Ibrani 9: 13 – 14)
  7. Dipersembahkan sebagai kurban sekali untuk selamanya (Ibrani 9:25)

C. Yesus Imam Besar dan Implikasinya Bagi Kita

  1. Dengan pengurbanan diri-Nya, Kristus memasuki hadirat Allah sebagai Imam Besar dari umat manusia yang penuh dosa. Tujuan segala pelayanan imamat adalah untuk memastikan adanya jalan masuk ke hadirat Allah, untuk memperbaiki adanya persekutuan yang tidak putus-putusnya dengan Allah (Roma 5: 1-2)
  2. Dengan cara demikian Yesus memastikan kelepasan yang kekal. Ia mengerjakan penyelamatan yang menjadikan kita untuk selamanya bebas dari segala kutuk karena dosa.
  3. Dengan penumpahan darah-Nya, Tuhan Yesus dapat membersihkan hati nurani kita dari kuasa dosa yang melumpuhkan dan membebaskan kita beribadah kepada Allah yang hidup.

Penutup

Imam Besar kita adalah Yesus Kristus sebagai Juru Selamat kita kepada Allah, yang tidak bercacat dan tidak bernoda dan IA setia sampai mati. Diri-Nya sendiri sebagai kurban bagi penebusan dan penyelamatan kita umat-Nya. “sebab itu, hai saudara-saudara yang kudus, yang mendapat bagian dalam panggilan sorgawi, pandanglah kepada Rasul dan Imam Besar yang kita akui, yaitu Yesus,” (Ibrani 3:1)

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s